Mengenal Jenis-jenis Warna

Kemampuan memilih kombinasi warna bukan persoalan intuisi atau bakat. Ada ilmu dan teknik di balik pemilihan warna serta padu padannya. Mereka yang bekerja di bidang desain bahkan mempelajari warna secara mendalam. Dengan mempelajari warna, desainer dapat menemukan kombinasi warna yang tepat atau cocok untuk desainnya. Salah satu ilmu warna adalah mempelajari jenis-jenis warna pada lingkaran warna.

Lingkaran warna

Lingkaran warna adalah perangkat yang digunakan desainer untuk mengetahui warna serta turunannya agar mampu menemukan kombinasi serta padu padan yang tepat. Bagi desainer interior, lingkaran warna dapat membantu mereka menemukan paduan warna yang cocok untuk warna cat dinding ruangan. Dengan lingkaran warna, kita tidak akan kebingungan menentukan skema ruangan yang pas untuk konsep desain interior ruangan kita.

Anda yang bukan desainer pun juga dapat belajar dasar-dasar teori warna. Kali ini, kami akan menjelaskan kepada Anda jenis-jenis warna yang terdapat pada lingkaran warna. Dengan pengetahuan ini, Anda bisa mencoba sendiri menemukan kombinasi warna cat dinding yang pas untuk ruangan Anda.

Jenis-jenis Warna

Warna-warna pada lingkaran warna dikelompokkan kedalam tiga jenis: warna primer, warna sekunder, dan warna tersier. Pembagian warna ini didasarkan pada hierarkinya dalam membentuk warna-warna lainnya.

Warna Primer

Yang termasuk ke dalam warna primer adalah merah, biru, dan kuning. Warna-warna ini merupakan warna dasar yang diperlukan untuk membentuk warna-warna lainnya. Bisa dikatakan bahwa warna primer merupakan induk dari segala warna. Anda tidak bisa menghasilkan warna-warna ini dari kombinasi warna-warna lain. Salah satu sifat khas warna primer adalah mudah dikenali oleh anak-anak. Oleh karena itu, banyak mainan dan barang anak-anak yang menggunakan warna primer. Memperkenalkan warna-warna primer pada anak-anak lewat interior kamar mereka misalnya dapat merangsang perkembangan motorik mereka.

Baca Juga  Membuat Dapur Menawan dengan Nuansa Putih dan Abu-abu

Warna-warna Primer Piet Mondrian

Pada tahun 1917 sampai 1931 gaya desain De Stijl sempat berkembang dan menjadi tren desain global. Salah satu seniman pentolan De Stijl adalah Piet Mondrian yang memperkenalkan warna-warna primer pada karya lukisnya. Kemudian komposisi khas dan warna-warna primer Piet Mondrian ini diadaptasi pada desain interior dan arsitektur menjadi gaya desain yang khas dan menarik.

Warna Sekunder

Campuran dari dua warna primer akan menghasilkan warna sekunder. Jadi bisa dikatakan bahwa warna sekunder adalah turunan dari warna primer. Yang termasuk ke dalam warna sekunder adalah oranye, ungu, dan hijau. Oranye dihasilkan dari campuran merah dan kuning. Ungu dihasilkan dari campuran merah dan biru. Sedangkan hijau dihasilkan dari biru dan kuning. Pada lingkaran warna, warna sekunder terletak di tengah-tengah antara dua warna primer yang berdekatan.

Warna-warna sekunder pada desain interior

Warna Tersier

Turunan dari warna sekunder adalah warna tersier. Warna-warna tersier dihasilkan dari campuran warna sekunder dengan warna primer di sebelahnya. Ada enam warna yang termasuk ke dalam warna tersier: merah jingga, kuning jingga, kuning hijau, biru hijau, biru ungu, dan merah ungu. Banyak orang yang sebenarnya kesulitan membedakan warna-warna tersier. Misalnya warna toska yang biru kehijauan – beberapa orang kesulitan membedakan warna ini karena terlihat biru namun juga memilik unsur warna hijau. Penerapan warna tersier pada interior maupun dekorasi ruangan akan membawa suasana yang unik dan bahkan bisa memberi nafas segar pada interior ruangan.

Warna-warna tersier pada desain interior

Tagged , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pusat Cat Murah - Diskon Tiap Hari Dismiss

Open chat
Hai, Silahkan pesan
Garansi harganya murah...
Powered by